RENCANA STRATEGIS LANGKAH AWAL MEWUJUDKAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN BERBASIS KINERJA

diposkan pada tanggal 14 Agt 2011 22.58 oleh Didi Rasidi
Perencanaan strategis merupakan proses secara sistematis dan berkelanjutan dari keputusan yang berisiko, dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif, mengorganisasi secara sistematis usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang terorganisasi dan sistematis. perencanaan strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau mungkin timbul.

Setidaknya muatan Rencana Strategis, adalah:
  1. Memuat secara jelas arah masa depan yang hendak dituju (where do we want to be)? (Visi, Tujuan dan Sasaran)
  2. Renstra mempertimbangkan kondisi saat ini (where are we now)? (Nilai-nilai, SWOT analysis dan misi organisasi)
  3. Memuat cara-cara mencapai tujuan dan sasaran (how to get there)? (Kebijakan, Progran dan Kegiatan)
  4. Memuat ukuran keberhasilan (how do we measure our progress)? (Indikator kinerja)
Dalam proses penyusunan Renstra, perlu melibatkan semua pihak (Partisipatif), menggunakan Teknik Analisis Manajemen, harus menggambarkan core business instansi pemerintah, dan memperhatikan proses timbal balik. Perencanaan Kinerja merupakan proses penyusunan Rencana Kinerja  sebagai penjabaran dari Sasaran dan Program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis, yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan. Kegiatan utama penyusunan rencana kinerja, yaitu menetapkan target indikator sasaran, merumuskan kegiatan Pokok, merumuskan indikator kegiatan, merumuskan satuan setiap indikator kegiatan, dan menetapkan target setiap indikator pada kegiatan yang satuannya telah ditetapkan.

Adapun manfaat Perencanaan Kinerja, adalah: menghubungkan perencanaan strategis dan perencanaan operasional secara terinci, menajamkan dan mengoperasionalkan rangkaian perencanaan sampai penganggaran, membantu pencapaian hasil pelaksanaan program, memudahkan proses pengukuran dan penilaian kinerja, membantu pemantauan dan evaluasi kinerja, dan membantu dalam menetapkan target kinerja.

Prasyarat  yang harus diperhatikan dalam penyusunan Perencanaan Kinerja, yaitu; (1) Sudah ada dokumen Renstra atau perencanaan jangka menengah; (2) Sudah ada kejelasan mengenai perumusan tujuan dan sasaran yang jelas, spesifik, dan dapat diukur; (3) Sudah ada perumusan strategi yang jelas dan dapat ditentukan waktu pelaksanaannya ; dan (4) Terdapat hubungan yang rasional antara sumber daya dan outcome (hasil yang diinginkan).

Tahapan dalam menentukan Target Kinerja, yang perlu dilakukan adalah:
1.    Mempelajari dan menentukan tingkat kinerja yang diinginkan dengan sasaran yang ingin dicapai;
2.    Menentukan tingkat kinerja dengan mempertim-bangkan tahapan pelaksanaan program/kegiatan;
3.    Mempertimbangkan kemampuan riil pengerahan sumber daya;
4.    Menetapkan tingkat kinerja yang diinginkan dalam bentuk target.

Referensi:
Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 29 tahun 2010 tentang Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Comments