747hari sejak
Penyiapan bahan pembahasan RKA-KL IPDN Tahun 2013

Renstra IPDN

Jajak Pendapat

Online Chatt

RENCANA STRATEGIS, RENCANA INDUK PENGEMBANGAN DAN INDIKATOR KINERJA UTAMA IPDN

diposkan pada tanggal 4 Agt 2011 23.43 oleh Didi Rasidi
Rencana Strategis IPDN merupakan penjabaran dari visi dan misi IPDN yang dirumuskan dalam perencanaan program untuk pengembangan tri dharma perguruan tinggi dan sumber daya pendukungnya dalam rangka mewujudkan akuntabilitas penyelenggaraan institut.

Visi IPDN adalah menjadi lembaga pendidikan tinggi kepamongprajaan yang terpercaya dalam mengemban tugas pengembangan ilmu, pembentukan perilaku kepamongan dan penyedia kader pemerintahan yang terampil, dengan misi: (1) Mensinergikan kekuatan sivitas akademika IPDN; (2) Mengembangkan kurikulum berbasis pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan (jar-lat-suh); (3) Membangun jaringan kerjasama dengan berbagai kalangan yang mampu mendukung pengembangan kurikulum dan implementasinya; (4) Melaksanakan tridarma perguruan tinggi (pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat); (5) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia IPDN; dan (6) Memberdayakan praja sebagai subyek pendidikan dan asset nasional.

Tugas pokok IPDN adalah melaksanakan program pendidikan akademik dan/atau profesi di bidang kepamongprajaan, dengan fungsi : (1) Pelaksanaaan dan pengembangan pendidikan akademik dan/atau profesi; (2) Pelaksanaan kegiatan penelitian, baik dalam proses pengembangan ilmu, pendidikan dan pengajaran, maupun pengabdian kepada masyarakat; (3) Pelaksanaan pengkajian ilmu dan masalah-masalah pemerintahan; (4) Pemberian saran dan pertimbangan kepada menteri dalam negeri dari aspek akademis terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan otonomi daerah; dan (5) Penatausahaan penyelenggaraan pendidikan.

Visi, misi dan tugas pokok dan fungsi tersebut harus direalisasikan dengan serangkaian perencanaan yang tertuang dalam renstra IPDN 2010-2014. Sebagai penjabaran dan penerapan dari pernyataan misi tersebut diatas, institut pemerintahan dalam negeri menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam periode waktu 2010-2014, sebagai berikut :
  • T1: mewujudkan sinergivitas civitas akademika dalam penyelenggaraan pendidikan sebagai masyarakat akademik    dengan didukung budaya ilmiah sesuai nilai-nilai IPDN.
  • T2: menyediakan kurikulum pendidikan vokasi, akademik dan profesi yang terintegrasi dan dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan.
  • T3: mewujudkan pengembangan dan memanfaatkan keilmuan berbasis teori, konsep, dan praktek pemerintahan dalam rangka mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik melalui  penyelenggaraan pendidikan,  penelitian, dan pengabdian masyarakat (tri dharma perguruan tinggi) serta peningkatan efektivitas kerjasama dengan pemerintah, pemerintah daerah,   perguruan  tinggi negeri maupun swasta.
  • T4: mewujudkan pengembangan mutu dan produktivitas sumber daya manusia dan kelembagaan dalam pengelolaan pendidikan.
  • T5: meningkatnya mutu fasilitas sarana dan prasarana serta teknologi dalam mendukung pelaksanaan pendidikan.
  • T6: terwujudnya pemberdayaan praja sebagai subyek pendidikan dan asset nasional dalam penyelenggaraan pendidikan serta pembinaan alumni  dalam kerangka peningkatan terapan pendidikan.
Sasaran yang ditetapkan merupakan derivasi dari tujuan. Sasaran strategis IPDN Tahun 2010-2014, yaitu :
  • T1s1: terbangunnya sinergivitas civitas akademika dalam penyelenggaraan pendidikan sebagai masyarakat akademik dengan didukung budaya ilmiah sesuai nilai-nilai IPDN.
  • T2s1: tersedianya kurikulum pendidikan vokasi, akademik dan profesi yang terintegrasi dan dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan.
  • T3s1: terwujudnya pengembangan dan memanfaatkan keilmuan berbasis teori, konsep, dan praktek pemerintahan dalam rangka mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik  melalui  penyelenggaraan pendidikan,  penelitian, dan pengabdian masyarakat (tri dharma perguruan tinggi).
  • T3s2 :  meningkatnya efektivitas kerjasama dengan pemerintah, pemerintah daerah,   perguruan  tinggi negeri maupun swasta dalam penyelenggaran pendidikan.
  • T4s1 : terwujudnya pengembangan mutu dan produktivitas sumber daya manusia dan kelembagaan dalam pengelolaan pendidikan.
  • T5s1 : tersedianya fasilitas sarana dan prasarana serta teknologi sesuai standar mutu pendidikan.
  • T6s2. Terwujudnya pemberdayaan praja sebagai subyek pendidikan dan asset nasional dalam penyelenggaraan pendidikan serta pembinaan alumni dalam kerangka peningkatan terapan pendidikan.
Arah kebijakan IPDN dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi kepamongprajaan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri merupakan implementasi:
  1. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2009 yaitu : dengan fokus bidang: (a) Penataan sistem penyelenggaraan pendidikan meliputi jenis pendidikan, pola pendidikan, kurikulum dan organisasi penyelenggaraan pendidikan, tenaga kependidikan; dan peserta didik yang diharapkan selesai pada akhir tahun 2009; dan (b) Pembangunan sarana dan prasarana kampus daerah (tahun 2013 sudah selesai).
  2. Implementasi rencana pengembangan IPDN berdasarkan permendagri 892.1-48/2009, dengan fokus prioritas 2 bidang : Pengembangan sistim pendidikan dan pengembangan sarana prasarana.
Pengembangan sistim pendidikan yang terbagi dalam 4 sub bidang yaitu :
  • Bidang pendidikan dan kemahasiswaan : (1) Pendidikan yang berkualitas dengan standar yang relevan dengan kepentingan masyarakat; (2) Keterbatasan sumberdaya untuk penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas; (3) Pengembangan soft skill  praja untuk meningkatkan daya saing lulusan di masyarakat; dan (4) Peran alumni untuk meningkatkan networking.
  • Bidang penelitian : Pengembangan relevansi penelitian untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat termasuk IPDN sebagai lembaga yang dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi kepada departemen dalam negeri terkait permasalahan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
  • Bidang pengabdian kepada masyarakat : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas yang didukung dengan kegiatan penelitian yang dapat menjadi sarana belajar praja yang efektif serta sarana untuk ikut memberdayakan masyarakat.
  • Bidang kerjasama institusional : Efektivitas kerjasama dengan pihak pemerintah, pemerintah daerah, swasta dan instansi lain serta termasuk institusi di luar negeri, untuk mendukung perkembangan organisasi institut pemerintahan dalam negeri.
Pengembangan sarana dan prasarana, antara lain:
  • Pengembangan laboratorium : (1) Profil/studio teknis pemerintahan nasional, provinsi, daerah, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan; (2) Sarana dan prasarana agro foresty (hutan nasional); (3) Sarana dan prasarana pertanian terpadu (pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan); (4) Studio teknis tehnologi tepat guna (TTG); dan (5) Pertanian dengan pola green house.
  • Pengembangan perpustakaan : E-library atau digital library dengan cakupan cakupan e-library meliputi beberapa aspek, diantaranya pengadaan materi atau content digital, penyusunan catalog, dan pengarsipan, pengembangan sistim aplikasi, penyelenggaraan sistim komunikasi data, serta pemeliharaan dan pembaharuan data dalam jangka panjang.
  • Pengembangan pusat informasi (e-campus): (1) pengembangan infrastruktur, yang meliputi : pembangunan jaringan (fully network) dalam bentuk wire, wireless, voice, data dan hotspot, pembangunan server computer; (2) penyedian koneksi internet (internet conection) : Komunikasi dan keamanan, meliputi: Voice over internet protokol (voip) dan virtual private network (vpn) video conferencing with date,close circuit television (CCTV); (3) Pengembangan sarana pendukung, meliputi: Konsep kampus terpadu, Fasilitas kesehatan praja, Penambahan prasarana mobilitas (armada angkutan bagi praja sesuai jumlah/kapasitas peserta didik sampai dengan tahun 2013 direncanakan mencapai 14 unit), Fasilitas kebersihan kampus, Pengamanan dan gedung negara, serta antisipasi bahaya kebakaran perlu dilakukan dengan mengadakan fasilitas pemadam kebakaran, Prasarana umum dan sosial dalam rangka meningkatkan ketersediaan layanan public, dan Pembuatan master plan pengembangan kampus IPDN.
Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan ukuran keberhasilan dari pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasi. Tujuan IKU untuk memperoleh informasi kinerja penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan  manajemen kinerja secara baik dan untuk memperoleh ukuran keberhasilan. Sasaran IPDN : tersedianya  kader aparatur pemerintahan dalam negeri yang profesional dan berkualitas pada derajat program vokasi, akademik dan profesi.
  • IKU 1: persentase lulusan pendidikan kader program vokasi, akademik dan kepamongprajaan dengan predikat “dengan pujian” atau “cum laude”
  • IKU 2 : persentase peningkatan rata-rata nilai pendidikan (pengajaran, pelatihan dan pengasuhan) program vokasi, akademik dan profesi kepamongprajaan
  • IKU 3 : jumlah kegiatan penelitian dan pengkajian dosen
  • IKU 4 : jumlah kegiatan pengabdian masyarakat
  • IKU 5 : jumlah kegiatan pembinaan administrasi kepegawaian dan pengembangan tenaga kepegawaian
  • IKU 6 : jumlah kegiatan ekstrakurikuler praja.
Program lima tahun IPDN 2010-2014 (Rencana Strategiss) adalah program pendidikan kepamongprajaan, dengan 4 (empat) kegiatan yaitu :
1.    Kegiatan penyelenggaraan administrasi akademik, perencanaan dan kerjasama pendidikan kepamongprajaan
2.    Kegiatan pengelolaan administrasi umum dan keuangan pendidikan kepamongprajaan
3.    Kegiatan penyelenggaraan administrasi keprajaan dan kemahasiswaan.
4.    Kegiatan penyelenggaraan pendidikan kepamongprajaan di daerah

Sumber : RSD


Comments